Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Hubungan Jarak Minum Susu dan Makan dengan Penyerapan Zat Besi

19 April 2026 • 01:41 WIB

Anak yang terlalu sering minum susu ternyata bisa menghadapi masalah yang kerap luput diperhatikan orang tua: zat besi dari makanan jadi tidak terserap optimal. Bukan karena susunya berbahaya, melainkan karena kandungan kalsium di dalam susu dapat “bersaing” dengan penyerapan zat besi yang dibutuhkan tubuh anak.

Susu Perlu Diatur, Bukan Dihindari

Dokter spesialis anak Lucky Yogasatria menekankan bahwa konsumsi susu formula maupun susu segar sebaiknya dibatasi, terutama pada anak usia dua tahun, yakni maksimal sekitar 500 mililiter per hari. Pada usia ini, anak juga sudah mulai bisa mengandalkan makanan padat sebagai sumber gizi utama, sehingga kebutuhan susu tidak lagi sama seperti saat masih lebih kecil.

Jeda Waktu Bisa Membantu Penyerapan Zat Besi

Selain jumlahnya, waktu pemberian susu juga penting. Lucky menyarankan agar susu diberikan dengan jeda minimal dua jam sebelum atau sesudah makan. Pola ini dinilai membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik sekaligus menjaga nafsu makan anak agar tidak cepat kenyang sebelum makan utama.

Teh dan Risiko Kekurangan Zat Besi

Lucky juga mengingatkan bahwa teh bukan minuman yang disarankan untuk anak karena dapat mengganggu penyerapan zat besi. Jika asupan zat besi terus kurang, dampaknya bisa serius: mulai dari anemia, pertumbuhan otak yang tidak optimal, hingga penurunan IQ. Karena itu, anak yang sudah menerima MPASI perlu dibiasakan mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti hati ayam, daging ayam, dan daging sapi. Informasi ini disampaikan Lucky Yogasatria dalam penjelasannya mengenai hubungan jarak minum susu dan makan terhadap penyerapan zat besi.