Olahraga

Situasi Pemain NAC Breda di Tengah Polemik Paspor dan Ancaman Degradasi

Polemik administratif yang melibatkan NAC Breda dan sejumlah pemain dengan kewarganegaraan baru terus memantik perhatian di Belanda. Kasus ini bermula dari laga melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026, ketika situasi di lapangan ternyata ikut menyeret persoalan legalitas dokumen para pemain yang sudah meninggalkan status kewarganegaraan Belanda. Di tengah sorotan itu, nama Dean James menjadi salah satu yang paling disorot karena statusnya sebagai warga negara Indonesia.

Dean James dan persoalan izin tinggal

Setelah dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia, Dean James disebut tidak memiliki izin kerja dan izin tinggal yang sah di Belanda. Kondisi serupa juga dialami beberapa pemain lain, termasuk Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Tim Geypens. Temuan ini membuat pertandingan NAC Breda kontra Go Ahead Eagles masuk ke wilayah sengketa, bukan semata soal hasil di atas lapangan, melainkan juga soal kepatuhan administratif yang menyertainya.

Langkah NAC Breda ke KNVB

NAC Breda kemudian membawa persoalan tersebut ke KNVB dengan harapan pertandingan diulang. Menurut laporan yang beredar, jaksa untuk sepak bola profesional sempat mendukung posisi NAC Breda dari sisi hukum, tetapi hal itu tidak otomatis berujung pada sanksi atau perubahan hasil laga. Setelah melalui proses yang berjalan, otoritas sepak bola Belanda akhirnya memutuskan bahwa klub maupun para pemain yang diadukan, termasuk Dean James, tidak bersalah dan tetap boleh melanjutkan aktivitas bermain.

Banding dan tunggu putusan di Utrecht

Keputusan itu belum menutup perkara. NAC Breda disebut belum puas dan memilih mengajukan banding. Kini, bola ada di pengadilan Utrecht yang dijadwalkan memeriksa perkara tersebut pada 28 April mendatang. Selama menunggu putusan, situasi ini membuat masa depan kasus dan implikasinya bagi para pemain tetap menggantung, sekaligus menjaga isu ini tetap menjadi salah satu sorotan paling menarik dalam sepak bola Belanda. Informasi ini merujuk pada laporan yang beredar dari sumber terkait proses hukum dan keputusan federasi.