Menurut Tom Lee, harga Ethereum telah mencapai titik terendah dengan adanya beberapa sinyal yang mendukung. Ia menilai faktor dinamika pasar global serta asumsi meredanya konflik di Timur Tengah turut mempengaruhi kondisi tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, Ethereum mengalami kenaikan yang signifikan sejak titik terendah pada awal bulan Februari. Bahkan, performa Ethereum disebut lebih baik dibandingkan saham sejak konflik di Iran dimulai pada tanggal 28 Februari. Namun, saham BitMine justru mengalami tekanan dengan turun sekitar 30 persen sepanjang tahun ini dan saat ini diperdagangkan di kisaran USD 22,07 per lembar. Meski begitu, dengan adanya peningkatan akumulasi oleh investor besar, prospek pertumbuhan Ethereum ke depan dianggap masih positif, meskipun volatilitas pasar kripto tetap perlu diwaspadai.
BitMine Borong Ethereum Rp 3,9 Triliun: Antisipasi Pertumbuhan Crypto 2026
