Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, mengingatkan komunitas internasional untuk memastikan respons iklim yang adil dan seimbang agar tidak membebani negara-negara berkembang secara timpang. Dalam acara pembukaan KTT Ekologi Regional (RES) Asia Tengah di Astana, Kazakhstan, Tokayev menekankan pentingnya kerja sama iklim yang adil, praktis, dan bertanggung jawab proporsional antarnegara. Ia menyoroti masalah iklim dan risiko lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, seperti kelangkaan air, mencairnya gletser, lahan berubah menjadi gurun, dan kerusakan keragaman hayati.
Perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan prioritas strategis untuk mencapai kestabilan global, bahkan dalam situasi konflik geopolitik. Tokayev menegaskan bahwa kerja sama lingkungan tidak boleh dipolitisasi, karena alam dapat eksis tanpa geopolitik, namun geopolitik tidak bisa ada tanpa alam. Transisi menuju model energi yang bersih harus dilakukan dengan adil, seimbang, dan mendorong.
Presiden Kazakhstan juga mengajak aksi bersama di tingkat kawasan Asia Tengah dan berharap KTT Ekologi Regional di Astana dapat menghasilkan output konkret. KTT tersebut diharapkan dapat menghasilkan deklarasi bersama “Solidaritas Ekologi Asia Tengah” dan rencana aksi bersama regional tahun 2026-2030. Agenda acara tersebut mencakup delapan prioritas, mulai dari transisi iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, hingga inovasi lingkungan. Selain itu, Kazakhstan berharap dapat menjadi contoh bagi dunia dalam hal transisi hijau dan respons iklim yang berkelanjutan.
