MLSC Banjarmasin: Penyala Kebangkitan Sepak Bola Putri Indonesia
Ratusan peserta meramaikan perdana MilkLife Soccer Challenge (MLSC) di Banjarmasin, menunjukkan semangat dalam mengembangkan sepak bola putri di Indonesia. Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyatakan pentingnya mencari bibit-bibit terbaik untuk menorehkan prestasi membanggakan di masa depan.
Antusiasme di Kompetisi
Pada seri kedua MLSC Banjarmasin musim 2025-2026 di Gelanggang Green Yakin Soccer Field, 661 siswi dari 49 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar berpartisipasi. Mereka tergabung dalam 62 tim, dengan 30 tim untuk usia 10 tahun dan 32 tim untuk usia 12 tahun. Keberhasilan mengumpulkan jumlah peserta yang besar menunjukkan penyebaran pesat sepak bola putri di berbagai daerah.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge Jacksen F Tiago menilai besar potensi pemain putri di Kalimantan. Ia menegaskan perlunya kompetisi yang berkelanjutan untuk menjaga dan mengembangkan bakat-bakat tersebut. Turnamen rutin di berbagai daerah dianggap penting untuk mengidentifikasi talenta baru yang dapat diangkat ke level yang lebih tinggi.
Potensi Banjarmasin
Masuknya Banjarmasin sebagai tuan rumah menandai perkembangan positif dalam dunia sepak bola putri. Sekitar 25 pemain terbaik dari kota ini akan menjalani program latihan tambahan sebelum mengikuti ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 di Kudus, Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan komitmen untuk membina dan memajukan sepak bola putri dari akar rumput.
Dari hasil pertandingan, SDN Pagatan Besar dan SDN Sungai Lulut 1 keluar sebagai juara pada kategori masing-masing usia 10 tahun dan 12 tahun. Kemenangan ini menjadi bukti potensi dan semangat yang dimiliki oleh para peserta MLSC Banjarmasin.
