Crypto

Analisis Mengapa Bitcoin Gagal Sebagai Safe Haven

Ray Dalio Kritik Bitcoin, Menilai Belum Jadi Aset Safe Haven yang Andal

Miliarder Amerika Serikat dan pendiri hedge fund terbesar dunia, Ray Dalio, kembali mengecam Bitcoin. Menurut Dalio, Bitcoin masih belum mampu berfungsi sebagai aset safe haven atau penyimpan nilai yang dapat diandalkan. Salah satu alasan utama yang disoroti oleh Dalio adalah kurangnya privasi transaksi dalam sistem Bitcoin.

Kekurangan Bitcoin Menurut Ray Dalio

Dilansir dari U.Today, Selasa (12/5/2026), Ray Dalio menyatakan bahwa mudahnya memantau aktivitas transaksi pengguna Bitcoin membuatnya rentan terhadap pengawasan dan potensi intervensi pihak ketiga. Hal ini menjadikan Bitcoin kurang menarik sebagai aset cadangan bagi bank sentral. Selain itu, Dalio juga menyoroti tingkat korelasi Bitcoin yang masih sangat tinggi dengan saham-saham teknologi.

Peran Emas dalam Sistem Keuangan Global

Dalio membandingkan Bitcoin dengan emas yang menurutnya jauh lebih kokoh dan mapan dalam sistem keuangan global. Dia berpendapat bahwa ketika investor butuh likuiditas untuk menutup tekanan dalam portofolio investasi lain, mereka cenderung menjual aset kripto, termasuk Bitcoin. Sementara itu, emas dianggap memiliki posisi yang lebih kuat karena secara historis telah menjadi penyimpan nilai yang terpercaya.

Dalio menjelaskan, “Emas lebih banyak dimiliki, lebih mapan, dan memainkan peran sentral dalam sistem global. Hanya ada satu emas.” Dia merujuk pada pasar emas yang lebih besar dan stabil dibandingkan pasar Bitcoin yang relatif kecil dan rentan terhadap manipulasi.

Pernyataan kontroversial Ray Dalio ini memunculkan diskusi hangat di kalangan komunitas kripto mengenai peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Source link