Berita Kesehatan
Tujuh Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia di Tanah Suci
Sebanyak tujuh jemaah haji Indonesia telah meninggal dunia hingga hari ke-13 operasional haji 2026. Penyebab utama kematian adalah serangan jantung dan radang paru-paru atau pneumonia. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas ibadah dan suhu yang tinggi di Tanah Suci.
Menurut data resmi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI per Sabtu, 2 Mei 2026, layanan kesehatan semakin intensif seiring dengan peningkatan jumlah jemaah. Sebanyak 6.823 jemaah telah menjalani rawat jalan. Ada 117 jemaah yang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah lainnya sedang dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, di mana 59 orang masih dalam perawatan.
Tantangan Kesehatan di Tanah Suci
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyatakan bahwa operasional haji tetap berjalan lancar meskipun tantangan kesehatan semakin meningkat. Ia mengungkapkan, “Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan hingga mobilisasi antar kota suci.”
Maria menekankan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta. Ia juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem di Tanah Suci menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi. “Kami mengimbau jemaah untuk mengatur waktu ibadah, meningkatkan asupan air putih, menggunakan pelindung diri, dan menghindari aktivitas berat di siang hari,” tambahnya.
