JPMorgan Rambah Bidang Kripto dengan Money Market Fund Berbasis Blockchain
Tokenisasi aset belakangan ini telah menjadi sorotan utama di Wall Street. Institusi keuangan kini semakin percaya bahwa teknologi blockchain mampu mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses perdagangan serta penyelesaian transaksi dibandingkan dengan sistem tradisional.
Data dari platform RWA.xyz menunjukkan bahwa nilai aset dunia nyata yang telah ditokenisasi di blockchain mencapai lebih dari USD32,2 miliar, di luar stablecoin. Aset-aset tersebut meliputi berbagai jenis seperti komoditas, saham, obligasi, dan properti. Hampir seluruh kelas aset utama kini telah memiliki versi tokenisasi di blockchain.
Langkah Besar JPMorgan di Industri Kripto
Menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas, produk JLTXX milik JPMorgan dianggap sebagai langkah besar bagi industri kripto. Dengan biaya tahunan sebesar 0,16%, produk dana pasar uang tersebut dikatakan memiliki tingkat biaya yang sangat rendah namun menawarkan nilai aset yang stabil.
Pengenalan produk JLTXX juga menambah daftar produk blockchain JPMorgan yang terus berkembang. Sebelumnya, bank ini telah meluncurkan My OnChain Net Yield Fund (MONY) pada bulan Desember tahun lalu yang juga beroperasi di jaringan Ethereum.
MONY dirancang untuk menyimpan surat utang jangka pendek dengan tujuan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito bank biasa. Imbal hasilnya, baik bunga maupun dividen, dihitung setiap harinya.
JPMorgan nampaknya berkeinginan untuk memperluas pilihan instrumen investasi berbasis blockchain yang dapat memberikan imbal hasil tetap bagi penerbit stablecoin maupun pelaku pasar aset digital lainnya.
