Masyarakat sering beranggapan bahwa setelah pernah terkena campak, seseorang akan kebal terhadap penyakit tersebut. Namun, menurut penjelasan dari dokter spesialis penyakit dalam, Erpryta Nurdia Tetrasiwi, risiko terinfeksi campak bukanlah nol.
Campak Bisa Kembali Menyerang
Dokter Pryta menjelaskan bahwa meskipun jarang terjadi, ada kemungkinan bagi seseorang yang pernah terkena campak untuk terinfeksi lagi. Namun, biasanya gejala yang muncul akan lebih ringan dibandingkan saat pertama kali terpapar virus campak. Gejala seperti demam ringan dan ruam biasanya akan berlangsung singkat.
Selain itu, dokter juga menekankan pentingnya bagi orang dewasa yang pernah terkena campak untuk tetap memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan, terutama terkait komplikasi yang bisa terjadi akibat campak seperti pneumonia, radang otak, komplikasi jantung, dan masalah kesehatan lainnya.
Pemeriksaan dan Penanganan
Saat pasien campak melakukan pemeriksaan ke dokter, hal pertama yang dilakukan adalah memastikan tidak adanya infeksi sekunder lain yang mungkin terjadi. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan paru-paru, dan memberikan penanganan sesuai dengan gejala yang dialami pasien.
Jika pasien mengalami demam misalnya, dokter akan memberikan obat seperti parasetamol untuk mengurangi gejala tersebut. Selain itu, pasien juga disarankan untuk melakukan isolasi di rumah guna mencegah penularan virus campak kepada orang lain.
