Menurunnya Cakupan Imunisasi Dasar Saat Pandemi COVID-19
Angka cakupan imunisasi dasar mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19, namun telah menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2025. Meskipun demikian, masih terdapat sekitar 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali.
Perhatian Serius Terhadap Imunisasi Rutin
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyatakan bahwa penurunan cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19 merupakan perhatian serius. Imunisasi rutin dianggap sebagai kunci utama dalam mencegah munculnya kasus penyakit seperti campak, difteri, dan pertusis.
Dr. Andi mengungkapkan pentingnya meningkatkan cakupan imunisasi dasar guna mencegah potensi penyebaran penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Terkait ketersediaan vaksin, dr. Andi menjamin bahwa stok vaksin campak mencukupi hingga periode sembilan bulan ke depan.
Penekanan Penting dari UNICEF Indonesia
Jean Lokenga, perwakilan UNICEF Indonesia, menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi. Beliau juga menekankan betapa pentingnya mencapai kelompok masyarakat yang belum terlayani dengan imunisasi dasar.
Lebih dari 100 juta dosis vaksin telah disalurkan melalui inisiatif The Big Catch-Up di 36 negara demi memastikan bahwa setiap anak mendapatkan imunisasi yang diperlukan. Meskipun demikian, Jean Lokenga menegaskan bahwa kampanye imunisasi ini tidak dapat menggantikan sistem imunisasi rutin yang harus ditegakkan.
