ESDM Terima Anggaran Tambahan Sebesar Rp14 Triliun dari Kementerian Keuangan
Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengungkapkan bahwa anggaran tambahan sebesar Rp14 triliun telah dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan untuk mendukung proyek strategis di Indonesia. Proyek tersebut mencakup inisiatif seperti penyediaan listrik desa hingga pembangunan jaringan gas kota (jargas).
Penyaluran Anggaran untuk Program Strategis
Menurut Erani, anggaran biaya tambahan tersebut akan digunakan untuk mendukung program-program strategis, termasuk listrik desa (lisdes), pipa transmisi gas bumi, dan jaringan gas (jargas). Salah satu fokus utama adalah program listrik desa yang harus selesai pada tahun 2029 untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia teraliri listrik.
Pada September 2025, Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui pagu definitif Kementerian ESDM sebesar Rp21,67 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Dana tersebut juga akan digunakan untuk mempercepat visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk peningkatan elektrifikasi melalui program Listrik Desa (Lisdes) bagi masyarakat yang belum teraliri listrik.
Penambahan Anggaran untuk Pembangunan Listrik Desa
Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan bahwa untuk Tahun Anggaran 2026, Kementerian ESDM menerima tambahan anggaran sebesar Rp8,55 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan elektrifikasi melalui pembangunan Listrik Desa, dengan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk infrastruktur listrik di 1.135 lokasi.
Di samping itu, belanja infrastruktur Kementerian ESDM juga akan difokuskan pada pemberian bantuan konverter kit untuk nelayan, pembangunan jaringan gas kota, serta bantuan pemasangan listrik baru bagi masyarakat yang kurang mampu.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi sumber: ANTARA News
