Kesehatan

Red Flag Daycare: Tanda Perilaku Anak yang Perlu Diperhatikan

Kasus Kekerasan Anak di Daycare: Red Flag yang Perlu Diwaspadai

Belum lama ini, kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta telah mengejutkan banyak pihak. Namun, tidak berlangsung lama setelah kejadian tersebut, muncul kasus serupa di Aceh yang kembali mengundang perhatian terhadap keamanan anak di tempat penitipan. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi orangtua yang merasa khawatir dengan kondisi anak saat berada di daycare.

Sinyal Awal Lewat Perubahan Perilaku Anak

Mengingat keterbatasan anak dalam mengungkapkan pengalaman mereka secara verbal, perubahan perilaku seringkali menjadi tanda pertama yang perlu diwaspadai. Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi, seorang Psikolog, ada beberapa “red flag” yang dapat menjadi indikasi adanya masalah:

  1. Anak menolak pergi ke daycare tanpa alasan yang jelas.
  2. Perilaku anak menjadi lebih takut, cemas, atau sering menangis setelah pulang dari daycare.
  3. Perubahan signifikan dalam pola makan dan tidur anak.
  4. Anak menunjukkan perilaku agresif atau menarik diri dari lingkungan sekitar.
  5. Ketakutan anak terhadap nama pengasuh tertentu.

Selain perubahan perilaku, orangtua juga perlu memperhatikan kondisi fisik anak. Jika terdapat luka pada tubuh anak tanpa penjelasan yang konsisten, hal tersebut juga perlu diwaspadai. Pengasuh daycare yang bersikap defensif atau tidak transparan terkait dengan kejadian sehari-hari juga patut menjadi perhatian. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memilih daycare yang memberikan akses CCTV agar dapat memantau keadaan anak secara lebih terperinci.

“Dengan akses CCTV, orangtua bisa memantau kejadian di daycare secara langsung dan lebih terperinci,” ungkap seorang psikolog di Little Shine Psychological Services, Jakarta Barat.

Dalam situasi seperti ini, orangtua harus peka terhadap segala bentuk komunikasi yang dilakukan anak melalui perilaku mereka. Sikap waspada dan proaktif dalam memantau kondisi anak di daycare merupakan langkah penting untuk melindungi buah hati dari potensi kekerasan atau penelantaran.

Source link