Kisah Haru dan Inspiratif di Balik Operasi Bibir Sumbing Gratis
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, kesempatan mengikuti operasi gratis yang digelar KukuBima bersama Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol menjadi harapan besar bagi Novianti, ibu dari Maher, pasien bibir sumbing.
Novianti merasa sangat bersyukur karena bantuan tersebut meringankan beban keluarga yang sebelumnya khawatir akan biaya operasi. Bagi Novianti, operasi tersebut juga merupakan harapan besar agar Maher dapat tumbuh tanpa rasa minder dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.
Perjuangan Novianti Merawat Maher
Putra bungsunya, Maher (9 bulan), lahir dengan kondisi bibir sumbing sekaligus celah pada langit-langit mulut. Kondisi ini menuntut Novianti dan keluarga untuk memberikan perhatian ekstra sejak hari pertama kelahiran Maher. Meski terkejut dengan kondisi anaknya, Novianti fokus merawat Maher sebaik mungkin, baik dari segi fisik maupun mental.
Harapan Besar dari Ayah Hayat Banyuwira
Haris Hidayat, seorang ayah yang berprofesi sebagai penjual gorengan, juga merasakan keberuntungan mendapatkan kesempatan operasi gratis untuk anaknya, Hayat Banyuwira (9 tahun), yang mengalami bibir sumbing. Haris berharap operasi tersebut dapat membantu Hayat agar lebih percaya diri dan tidak merasa minder saat berinteraksi dengan teman-temannya.
Momen mengharukan terjadi ketika Haris memberitahu Hayat tentang operasi gratis di RS Permata Jonggol. Hayat bereaksi dengan harapan besar dan menyambut kabar tersebut dengan haru.
Kolaborasi Sido Muncul dan Yayasan TOP dalam Program Operasi Bibir Sumbing Gratis
Sejak 2018, Sido Muncul telah menjalankan program operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit sebagai bagian dari kontribusi sosialnya. Program ini telah membantu 774 pasien yang menderita bibir sumbing. Kolaborasi dengan Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol menjadikan program ini semakin luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yayasan TOP juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk program operasi bibir sumbing dan celah langit-langit. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lebih banyak pasien yang membutuhkan dapat terbantu dan mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik.
