Kesehatan

Virus Cacar Air: Mengapa Tidur di Tubuh dan Bangkit menjadi Cacar Api

Virus Cacar Air Bisa Bangkit Jadi Cacar Api

Seseorang yang pernah terkena cacar air harus tetap waspada karena virus penyebabnya, Varicella zoster (VZV), dapat tetap berada di tubuh dan aktif kembali saat imunitas menurun. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan, Vito A. Damay, menjelaskan bahwa virus ini ‘tidur’ di ujung saraf dekat tulang belakang setelah seseorang sembuh dari cacar air.

Perbedaan Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Vito menjelaskan bahwa gejala cacar air dan cacar api memiliki perbedaan yang signifikan. Cacar air umumnya ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat Celsius dan munculnya bintik merah yang berubah menjadi lenting berisi cairan. Sementara itu, cacar api seringkali muncul dengan nyeri hebat di salah satu sisi tubuh tanpa gejala awal yang jelas.

Nyeri yang timbul pada cacar api juga bisa disalahartikan sebagai serangan jantung jika terjadi di dada atau gangguan pencernaan jika terasa di perut. Banyak pasien bahkan tidak menyadari bahwa gejala tersebut sebenarnya merupakan cacar api karena tubuh terasa normal sebelumnya.

Pada fase selanjutnya, lepuhan berisi cairan akan muncul di area yang terasa nyeri. Rasa sakit yang timbul dapat sangat mengganggu dan bahkan menghambat aktivitas harian seseorang.

Cacar Api, Herpes Zoster, atau Cacar Ular?

Masyarakat mengenal cacar api dengan berbagai sebutan seperti herpes zoster, cacar ular, atau dompo. Meskipun namanya berbeda, semua merujuk pada reaktivasi virus Varicella zoster yang telah ‘tidur’ di dalam tubuh setelah seseorang sembuh dari cacar air.

Source link