Harga Aset Kripto Melemah, Bitcoin Turun tapi Masih Kuat
Di tengah pergerakan harga aset kripto dalam 24 jam terakhir, terjadi dominasi pelemahan di sebagian besar pasar. Meskipun demikian, Bitcoin (BTC) masih tetap kokoh sebagai pemimpin pasar meski mengalami koreksi sebesar lebih dari 1%. Hal ini juga diikuti oleh Ethereum (ETH) yang turut merasakan tekanan jual.
Aset Kripto yang Mengalami Penguatan Terbatas
Beberapa stablecoin seperti USDT dan USDC menunjukkan kestabilan mendekati nilai USD1. Di sisi lain, beberapa altcoin seperti Hyperliquid (HYPE), LEO, dan Monero (XMR) berhasil mencatatkan penguatan terbatas meskipun sentimen pasar masih fluktuatif. Sebaliknya, Zcash (ZEC) mencatat penurunan terdalam di antara aset kripto lainnya dalam 15 besar kapitalisasi pasar.
Melansir data dari Coinmarketcap.com pada Kamis (28/5/2026), Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level USD74.478,07 atau mengalami penurunan sebesar 1,59% dalam 24 jam terakhir. Meskipun mengalami pelemahan, BTC masih tetap menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar mencapai USD1,49 triliun.
Sementara itu, Ethereum (ETH) turun 2,01% ke posisi USD2.026,09. Kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sebesar USD244,12 miliar, menjadikannya kripto terbesar kedua setelah Bitcoin. Tekanan pada ETH masih dipengaruhi oleh kondisi pasar yang menunggu dan melihat perkembangan sentimen makroekonomi global.
Stabilitas dan Pelemahan Aset Lainnya
Di sisi lain, Tether (USDT) tetap stabil di kisaran USD0,9985 dengan perubahan harian yang hampir tidak ada. Stablecoin ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD189,31 miliar. Sedangkan BNB mengalami pelemahan sebesar 1,08% ke level USD648,48 dengan kapitalisasi pasar sekitar USD87,32 miliar. XRP juga mengalami penurunan sebesar 1,24% ke harga USD1,31 dengan kapitalisasi pasar USD81,11 miliar.
