Permintaan Bitcoin Turun ke Level Terendah dalam 2025, Apa yang Terjadi?
Permintaan Bitcoin (BTC) mengalami penurunan drastis ke level terendah sejak Desember 2025. Hal ini menimbulkan keprihatinan terhadap kondisi pasar kripto saat ini. Meskipun harga Bitcoin sempat mengalami kenaikan dari titik terendahnya beberapa bulan yang lalu, namun permintaan yang lemah menunjukkan adanya potensi penurunan harga yang signifikan.
Level Permintaan Terendah sejak 2025
Menurut data dari Yahoo Finance, indikator utama permintaan Bitcoin dalam 30 hari terakhir, dikenal sebagai CryptoQuant, telah turun menjadi angka minus 147.000 BTC. Angka ini merupakan yang terendah dalam kurun waktu hampir setahun. Indikator ini membandingkan pasokan penambang baru dan koin lama yang kembali beredar dengan jumlah bitcoin yang sebenarnya diserap oleh pasar.
Jika angka indikator positif, artinya pembeli berhasil menyerap pasokan baru dan koin yang kembali beredar. Namun, jika angka indikator negatif, itu berarti lebih banyak koin yang masuk ke pasar daripada yang diserap oleh pembeli. Hal ini menggambarkan ketidakpastian dan kelemahan permintaan terhadap Bitcoin saat ini.
Dampak Terhadap Harga Bitcoin
Meskipun harga Bitcoin saat ini bertengger di angka US$ 77.000, namun kondisi permintaan yang lemah membuat pasar lebih rentan terhadap fluktuasi harga. Para analis memperkirakan bahwa Bitcoin akan menghadapi resistensi kuat di atas angka US$ 80.000. Jika permintaan terus melemah, tidak akan mengherankan jika harga Bitcoin turun hingga US$ 70.000.
Sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Oktober lalu, Bitcoin telah mengalami perjalanan yang cukup bergejolak. Investor dan pelaku pasar kini dihadapkan pada dilema antara mempertahankan aset kripto mereka atau menjualnya di tengah ketidakpastian pasar yang semakin meningkat.
