Harga Bitcoin Turun di Tengah Ketegangan Iran – AS
Harga Bitcoin (BTC) turun ke level US$ 73.142 atau setara Rp 1,30 miliar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Serangan udara AS ke pusat komando drone di Bandar Abbas pada 27 Mei, yang dibalas oleh Iran dengan menyerang pangkalan udara militer AS, memicu penurunan harga kripto tersebut.
Situasi Geopolitik Mempengaruhi Harga Bitcoin
Menurut Coinmarketcap, ketegangan di wilayah tersebut turut memicu kenaikan harga minyak dan menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin. Analis memperkirakan bahwa area tersebut berpotensi menjadi zona akumulasi karena minat beli cenderung meningkat saat harga melemah. Namun, jika Bitcoin terus turun di bawah US$ 71.391, tekanan bearish diperkirakan akan semakin kuat.
Tekanan Jual Mulai Melemah
Indikator Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 34,57, mendekati area 30 yang sebelumnya telah menjadi titik balik harga Bitcoin. Meski belum menjamin pembalikan arah, level RSI menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dibanding sebelumnya.
Sementara itu, kondisi makro global yang memanas juga turut mempengaruhi harga Bitcoin. Serangan udara AS terhadap fasilitas Iran, serta respons Iran dengan serangan langsung ke pangkalan militer AS, menjadi faktor lain yang memengaruhi pasar kripto dan aset global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasan terhadap rancangan perdamaian yang sedang dibahas, dan mengancam untuk melanjutkan operasi militer. IRGC Iran juga memberikan peringatan akan mengambil langkah lebih tegas jika serangan dari AS terus berlanjut. Stabilitas Selat Hormuz, yang merupakan faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar kripto dan aset global, kembali menjadi sorotan.
