Berita

Menlu Iran: Perjanjian Damai Terkait dengan Posisi Kontradiktif AS

Iran: AS Harus Hentikan Pendekatan Maksimalis untuk Capai Perdamaian

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa tercapainya perjanjian perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sangat tergantung pada penghentian pendekatan maksimalis AS. Pernyataan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Menlu Oman, Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi.

Mempertahankan Hak-hak dan Kepentingan Iran

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menyatakan bahwa Iran tetap kukuh dalam membela hak-hak yang tidak dapat diganggu gugat serta kepentingan yang sah. Dia juga mengecam ancaman retorika yang dilontarkan AS terhadap Oman.

Langkah-langkah “bertanggung jawab” Iran dan Oman dalam mengelola lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz didasarkan pada hukum internasional dan sejalan dengan kepentingan masyarakat internasional.

AS Ancam Berlakukan Sanksi “Secara Agresif” Terhadap Oman

President AS, Donald Trump, dalam rapat kabinetnya mengatakan bahwa tidak akan ada satu negara pun yang akan mengendalikan Selat Hormuz. Trump mengancam akan menghancurkan negara yang tidak patuh terhadap hal tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga memperingatkan bahwa AS akan memberlakukan sanksi “secara agresif” terhadap Oman jika negara tersebut membantu Iran membangun sistem pungutan bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Iran telah memperketat kontrol di Selat Hormuz sejak 28 Februari, menyusul larangan pelayaran aman bagi kapal yang terhubung dengan Israel dan AS setelah serangan gabungan terhadap Iran oleh kedua negara tersebut.

Source link