Stablecoin: Penguat Pengaruh Kebijakan Bank Sentral AS di Seluruh Dunia
Pada akhir Mei 2026, anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (the Fed) Amerika Serikat (AS), Christopher Waller, memberikan pernyataan menarik terkait penyebaran stablecoin di seluruh dunia. Waller mengungkapkan bahwa penggunaan stablecoin dapat memperkuat pengaruh kebijakan moneter AS di negara-negara lain.
Dalam sebuah acara di Dubrovnik, Kroasia, Waller menyatakan bahwa negara-negara yang mengadopsi stablecoin akan mengimpor biaya moneter AS, sehingga memperluas jangkauan kebijakan moneter AS di tingkat global. Istilah “sistem nilai tukar tetap” digunakan oleh Waller untuk menggambarkan dampak dari penggunaan stablecoin.
Mendukung dan Mengkritik Mata Uang Digital
Waller sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap penggunaan stablecoin karena potensi dalam menyebarkan status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia. Meskipun demikian, Waller menegaskan bahwa penggunaan stablecoin harus diatur dengan aturan dan regulasi yang jelas.
Sementara itu, Waller juga memberikan kritik terhadap gagasan mata uang digital bank sentral (CBDC). Menurutnya, tidak ada kebutuhan mendesak akan CBDC dan bahwa hal tersebut seakan merupakan solusi untuk masalah yang belum terdefinisi dengan jelas. Waller mencatat bahwa mayoritas bank sentral utama di dunia enggan mendorong pengembangan CBDC karena belum menemukan alasan yang memadai.
Dengan perkembangan ini, stablcoin dan CBDC menjadi dua sisi dari perdebatan mengenai masa depan sistem keuangan global. Peran bank sentral, penerbit stablecoin, dan pelaku industri lainnya akan turut menentukan arah yang akan diambil oleh ekosistem keuangan global ke depan.
Sebagai pembaca, penting untuk mengikuti perkembangan terkini seputar mata uang digital dan teknologi keuangan agar dapat memahami dampaknya terhadap kebijakan moneter, investasi, dan perkembangan ekonomi secara lebih luas.
