Berita

Jagung Berprotein Tinggi untuk Pakan Ternak: Inovasi Ilmuwan China

Ilmuwan China Kembangkan Varietas Jagung Berprotein Tinggi untuk Menangani Kekurangan Protein di Pakan Ternak

Gen Kunci untuk Jagung Berprotein Tinggi

Ilmuwan China telah mengidentifikasi dua gen kunci yang bertanggung jawab atas kandungan protein tinggi pada jagung. Penemuan ini membawa solusi yang menjanjikan bagi kurangnya pasokan protein dalam pakan ternak di China. Meskipun jagung merupakan komoditas biji-bijian terbesar di China, kandungan proteinnya hanya sekitar 8 persen. Hal ini menyebabkan China harus mengimpor bungkil kedelai dalam jumlah besar sebagai sumber protein ternak.

Penelitian dan Temuan

Gen pertama yang diidentifikasi adalah THP9-T dari jagung liar. Penelitian kemudian mengarah pada penemuan gen kedua, yaitu THP3-T. Melalui uji lapangan dan pengujian gen, peneliti berhasil meningkatkan kandungan protein biji jagung menjadi lebih dari 13 persen pada galur inbrida tanpa merusak hasil panen. Kombinasi kedua gen tersebut menghasilkan peningkatan kandungan protein yang signifikan, mencapai 15 persen pada galur inbrida.

Teknologi marker-assisted breeding digunakan untuk meningkatkan lebih dari 80 varietas jagung utama di China, sehingga kandungan proteinnya mencapai lebih dari 14 persen. Bahkan, varietas hibrida jagung yang populer di China, Zhengdan958, kini memiliki kandungan protein lebih dari 12 persen setelah penelitian yang dilakukan.

Dampak dan Potensi

China menghasilkan sekitar 300 juta ton jagung setiap tahun. Dengan peningkatan kandungan protein hingga 12 persen pada seluruh pasokan jagung yang digunakan untuk pakan ternak di China, bisa menghasilkan tambahan protein setara dengan lebih dari 30 juta ton kedelai impor. Hal ini akan mengurangi biaya pakan, meningkatkan keuntungan industri peternakan, dan secara signifikan meningkatkan pendapatan petani.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi China. Diharapkan, adopsi luas varietas jagung berprotein tinggi ini akan membawa perubahan positif dalam industri peternakan China.

Source link