Miliarder Tim Draper Ramal Harga Bitcoin Sampai US$ 250.000 Tahun 2026
Miliarder dan investor terkemuka, Tim Draper, telah lama dikenal sebagai sosok yang optimis terhadap masa depan Bitcoin. Draper pertama kali menggebrak dengan prediksi drastisnya pada 2018, bahwa harga Bitcoin akan mencapai US$ 250.000 pada 2022.
Target tersebut tidak tercapai setelah pasar kripto mengalami tekanan berat sepanjang 2022, terutama setelah keruntuhan bursa kripto FTX. Hal ini mengguncang kepercayaan investor global dan memicu ketidakpastian di pasar.
Draper Revisi Proyeksi dan Ancam Quantum Computing
Pasca kegagalan prediksi sebelumnya, Draper merevisi proyeksinya dan memperpanjang target hingga 2025. Regulasi yang ketat di Amerika Serikat menjadi salah satu alasan yang diungkitnya, sebagai hambatan terhadap inovasi dan pertumbuhan industri kripto.
Memasuki awal 2026, Draper kembali menegaskan keyakinannya. Kali ini, ia memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai US$ 250.000 dalam kurun sekitar 18 bulan ke depan. Namun, ancaman quantum computing terhadap Bitcoin menjadi topik hangat di kalangan akademisi dan pelaku industri teknologi.
Ancaman Quantum Computing dan Respons Komunitas Bitcoin
Sebuah white paper dari Google Quantum AI pada Maret 2026 menunjukkan potensi hambatan teknis terhadap sistem kriptografi ECDSA-256 yang digunakan Bitcoin. Diperkirakan, dibutuhkan kurang dari 500.000 qubit fisik untuk membobol sistem tersebut, menjadi perdebatan serius dalam keamanan Bitcoin.
Sebagai respons terhadap ancaman tersebut, komunitas pengembang Bitcoin mulai merancang solusi. Salah satunya adalah proposal BIP 360 atau Pay-to-Merkle-Root, yang bertujuan untuk menciptakan format alamat Bitcoin yang lebih tahan terhadap serangan quantum computing.
Perdebatan mengenai dampak teknologi kuantum terhadap Bitcoin diprediksi akan terus berlanjut. Namun, Draper meyakini bahwa risiko terbesar saat ini justru terletak pada sistem keuangan tradisional, bukan pada jaringan Bitcoin itu sendiri.
