Trump: Kesepakatan Damai dengan Iran Mencegah Serangan AS hingga Dua Tahun
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah mencegah negara itu dari menghadapi serangan lanjutan dari AS selama dua tahun ke depan. Trump menegaskan hal ini dalam konferensi pers pada Rabu (17/6), di mana ia mengungkapkan bahwa tanpa kesepakatan tersebut, AS bisa saja melakukan serangan selama periode yang cukup panjang.
Penjatuhan Bom dan Penutupan Selat Hormuz
Trump juga menyebutkan bahwa tanpa kesepakatan, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali. Ia mengklaim bahwa pasar akan menghadapi penurunan drastis jika upaya damai tidak tercapai, sebaliknya dengan kondisi saat ini yang terbilang stabil. Presiden juga menegaskan bahwa proses perundingan ini tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan melibatkan kerja keras selama bertahun-tahun. Dia juga menekankan peran dirinya dalam pembunuhan Jenderal Soleimani, yang dianggapnya menjadi kunci penting dalam jalan menuju kesepakatan damai.
Sanksi dan Ancaman Ekonomi
Menurut Trump, tanpa kesepakatan damai, Iran berisiko menghadapi bencana ekonomi yang tak terduga. Kondisi tersebut tentu tidak diinginkan oleh AS maupun dunia internasional. Dengan penyusunan nota kesepahaman perdamaian yang telah rampung, Iran dan AS memiliki kesempatan untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS dalam waktu 60 hari ke depan.
Pada Rabu, Trump juga menyatakan kesiapannya untuk tetap berada di Eropa guna menghadiri penandatanganan kesepakatan MoU tersebut. Belum lama ini, AS dan Iran telah mengonfirmasi persiapan untuk menandatangani kesepakatan damai tersebut di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.
