Industri Halal: Gaya Hidup dan Potensi Besar di Yogyakarta
Menyikapi konsep industri halal, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa halal bukan hanya sekadar produk bersih, tetapi telah menjadi gaya hidup yang dianut oleh seluruh masyarakat. Halal tidak hanya melulu tentang kebersihan, kesehatan, dan kualitas hidup, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai yang dapat diterapkan oleh semua kalangan.
Konsep Halal sebagai Gaya Hidup dan Industri Potensial
Menurut Wawan, potensi industri halal di Kota Yogyakarta sangat besar. Konsep halal tidak hanya terkait dengan produk untuk umat Islam, melainkan juga relevan untuk semua jenis masyarakat. Melalui kegiatan Shafiyah Expo 2026 di Yogyakarta, Wawan memaparkan harapannya agar Expo Halal terbesar dapat hadir di Yogyakarta pada tahun 2027, menjadi pusat layanan ekosistem halal yang komprehensif.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendorong pengembangan sektor halal sebagai bagian dari daya tarik pariwisata, serta mendukung sektor kesehatan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat terwujud melalui berbagai kegiatan, baik dari instansi pemerintah maupun pelaku industri.
Ekspansi UMKM dan Ekonomi Syariah melalui Shafiyah Expo
Melalui Shafiyah Expo yang diselenggarakan pada 19-21 Juni, pihak penyelenggara berupaya memperkuat peran UMKM dan ekonomi syariah di Yogyakarta. Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan, pariwisata, dan kreativitas masyarakat, sehingga expo tersebut menjadi platform untuk memamerkan potensi dan produk-produk halal dari berbagai sektor.
Sebanyak 129 tenant turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini, mencakup bidang kuliner, fashion, filantropi, hobi, dan layanan keuangan syariah. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, diharapkan kegiatan tersebut dapat semakin meriah dan memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan industri halal di Yogyakarta.
